Money Back Guaranty.Recomended Seller.Customer Satisfaction Guaranty
Order dari Senin sd Minggu melalui ''SMS/WhatsApp (only)'' dengan ketik
Nama kota (spasi) Kode barang (spasi) Jumlah ke SMS : 0856 5800 6221, atau BB : ... , detail "CARA ORDER" KLIK DI SINI
Pengiriman ke seluruh Indonesia akan dilakukan Senin sd Jum'at, menggunakan Tiki, JNE, atau Pos Indonesia sesuai keinginan pemesan.
Untuk melihat produk2 yang kami jual, klik gambar-gambar di bawah ini ya...
Kandang Hamster.Aksesoris Hamster.Makanan Hamster.Alas Serbuk Hamster.Alas Serbuk Hamster
Showing posts with label hobby. Show all posts
Showing posts with label hobby. Show all posts

Wednesday, 8 September 2010

Cara Membuat Maket/Miniatur Arsitektur Bangunan

Written by dydy, on 08-04-2008 12:56

Salah satu tuntutan kuliah di jurusan Arsitektur adalah membuat maket tugas-tugas perancangan. Maket atau model adalah miniatur rancangan yang kita buat dengan skala tertentu, agar rancangan lebih mudah dibayangkan secara 3 dimensi.

Ada dua macam maket : maket studi dan maket presentasi. Maket studi digunakan oleh mahasiswa bersangkutan untuk mempelajari hal-hal yang lebih jelas ditampilkan secara 3 dimensi, misalnya kontur lahan, proporsi bangunan terhadap lingkungan sekitarnya, dan lain-lain. Maket studi biasanya dibuat dengan bahan-bahan sederhana karena hanya ditujukan untuk diri sendiri (dan mungkin dosen pembimbing), dan rancangannya pun masih mungkin berubah dan berkembang.

Maket presentasi seperti namanya digunakan untuk mempresentasikan rancangan final, ditujukan bagi 'klien' (semasa kuliah kliennya tentu saja dosen penguji). Maket ini dibuat sebagus mungkin karena tujuannya untuk menarik hati klien .

Membuat maket presentasi yang bagus sebetulnya tidak perlu mahal. Dengan bahan-bahan sederhana seperti karton, kertas warna, busa, plastik mika, pasir, serbuk gergaji, dapat menghasilkan maket yang menarik.

Bahan-bahan yang sering digunakan untuk maket misalnya :
• Alas maket : karton, styrofoam, chip board, matras, tripleks.
Permukaannya bisa cukup dilapisi kertas, atau jika ingin efek khusus bisa dibuat dengan teknik-teknik tertentu. Lahan berumput dibuat dengan melapisi permukaannya dengan serbuk gergaji halus kemudian disemprot dengan cat hijau. Perairan seperti danau atau kolam dapat dibuat dengan kertas biru yang dilapisi plastik, di antara keduanya bisa ditaburi gula untuk efek kilauan air.
• Bangunan (berbagai bagiannya) : karton, mounting board, kayu balsa, corrugated paper, plastik, dan lain-lain.
• Lansekap (pohon, rumput dll) : busa, tusuk gigi, korek api, jarum pentul, serbuk gergaji, dll.
Dan masih banyak lagi jika harus disebutkan satu persatu. Apalagi bagi mahasiswa yang kondisi keuangannya masih terbatas , dituntut untuk kreatif menggunakan bahan-bahan murah dan sederhana.

Hasilnya? Silakan nilai sendiri. *

*maket tugas akhir saya dan teman-teman semasa kuliah.

Sumber : http://images.wilystra2007.multiply.multiplycontent.com/

Cara Membuat Kerajinan dari Manik-Manik

Written by Mia Gofar, on 08-04-2008 12:55

String adalah kata dalam bahasa Inggris yang menurut kamus Webster dapat diartikan sebagai

1. Kata benda: tali yang ringan, alat musik dengan tali / senar, senar atau kawat yang menimbulkan suara ketika digetarkan, atau kata tersebut dapat pula diartikan untuk menggambarkan suatu urutan benda yang berkaitan satu sama lain, atau deretan kata2 diucapkan ataupun tertulis, dapat pula digunakan untuk menggambarkan serangkaian objek yang dirangkai dengan menggunakan 1 tali tunggal, atau singkatnya digunakan untuk menggambarkan kalung dengan deretan objek pada seuntai tali.

2. Sebagai Kata kerja, kamus Webster mendefinisikan kata string sebagai tindakan membuat rangkaian dengan memasukkan tali kedalam lobang benda yang dirangkai ( merangkai mutiara : memasukan tali perangkai ke lobang pada mutiara). Selain itu kata string juga sering digunakan pada proses penyusunan ide, dan beberapa penggunakaan lain sebagai kata kerja.

Bila melihat pada kedua definisi tersebut, maka dapat diartikan proses dan teknik pembuatan manik-manik dengan stringing adalah teknik menyusun manik-manik dengan menggunakan tali tunggal, dimana tindakan dilakukan adalah memasukkan bahan perangkai ke dalam lubang objek ataupun manik-manik dengan susunan yang telah disiapkan.

Asesori dengan teknik stringing ini merupakan teknik yang paling dasar dan sederhana. Bahan yang dipergunakan dapat beragam mulai dari tali nylon, kawat, tali kulit, pita, kawat baja lapis nylon, nylon elastik, tali sutra dan lain-lain. Hasil akhir yang didapat bisa beragam tergantung bahan perangkainya dan jenis bahan yang dirangkainya.

Akesori paling sederhana yang dapat anda buat dalam waktu kurang dari 5 menit adalah membuat kalung dengan hanya 1 manik-manik sebagai fokus. Pada jenis ini bahan yang biasa digunakan adalah tali yang memilki ketebalan serupa tali kulit ataupun tali satin, dan penyelesaian ujung rangkaian bisa dengan ikatan aaupun dengan menggunakan komponen pengaman ujung rangkaian dan penutup kalung.

Setelah aksesori dengan manik-manik tunggal,adalah aksesori dengan rangkaian manik-manik penuh menutupi bahan perangkai. Pada penyusunan jenis ini, dapat menggunakan pola susun manik-manik terstruktur ataupun pola acak, dimana tidak ada aturan penyusunan. Yang paling utama selain pemilihan warna dan jenis keserasian manik-maniknya sendiri adalah pemilihan bahan perangkai yang disesuaikan dengan jenis manik-maniknya. Setiap jenis bahan perangkai memilki daya tahan dan karakteristik yang berbeda, sehingga ada kemungkinan bahwa bahan perangkai tertentu akan mengalami perpanjangan (melendut) bila diberi beban manik-manik melebihi kapasitasnya. Penggunaan manik-manik dengan permukaan lobang tajam juga merupakan salah satu penyebab dari terkikisnya bahan perangkai yang mengakibatkan putusanya rangkain aksesori anda.

Sedikit pengetahuan akan simpul dasar (simpul overhand dan simpul square) dapat menunjang dan memperluas ide kreativitas anda. Pada umumnya manik mutiara dibuat dengan menggunakan bahan perangkai tali sutra. Pada teknik perangkaian mutiara, ´dapat diberikan ikatan antara pada rangkaian dapat juga tidak. Kelebihan pemberian ikatan antara pada rangkaian mutiara adalah memberikan jarak antara mutiara sehingga tidak terjadi pergesekan yang dapat mengakibatkan rusaknya lapisan nacre mutiara, selain juga mencegah hilangnya mutiara bila suatu saat terjadi rangkaian putus.
Perlu diingat, untuk menjaga agar rangkaian kalung mutiara anda tetap awet dan terawat, penyusunan kembali rangkaian perlu dilakukan dalam selang waktu 2 tahun.

Membuat aksesori gelang dengan bahan dasar elastik merupakan bentuk lain dari stringing ini. Tidak ada teknik khusus pada pembuatan gelang dengan bahan elastik, selain penguasaan ikatan akhir.

Namun sekalipun teknik ini merupakan teknik yang paling dasar dan sederhana, tidak berarti anda tidak dapat menghasilkan asesori yang menarik dan berkesan.
Berbagai aksesori cantik dapat anda buat hanya dengan teknik stringing ini. Pemilihan material, warna dan tekstur material akan sangat berperan dalam pembuatan aksesori jenis single strand. Namun, bila anda menggemari model kalung ramai dan berlapis-lapis, membuat multi strand necklace dengan 1 jenis manik-manik ataupun campuran jenis manik-manik juga akan menghasilkan aksesori yang menarik dan berkesan 'wah'. Selain itu, cobalah bereksperimen dengan sisa manik-manik anda untuk menghasilkan aksesori leher panjang yang dapat anda kenakan berlapis-lapis sebagai choker ataupun kalung panjang.

Sumber ://images.wilystra2007.multiply.multiplycontent.com/

Tutotial Cara Melukis dengan Cat Air

Written by dalus, on 18-05-2008 14:26

Karena ada yang minta, jadi saya bikin 'how-to' cara saya menggambar. Tapi ngga mutlak mesti seperti ini, karena kadang-kadang saya ga pake sketsa dulu, kadang langsung jebret gambar pake micropen. Atau kalo gambarnya serius, pake kertas khusus dan outline-nya pake pensil, dll. Warnanya juga kadang saya spontan aja asal lapis-melapis warna, pokoknya kalo ngga puas, pulas lagi sama warna lain di atasnya. Oya, pemakaian catnya juga campur aduk, ada yang dari tube, ada yang dari watercolor pan. Suka-suka aja. :D

Yang ini sebenernya saya kurang puas sih dgn warna dan backgroundnya, tapi ga papa lah, yang penting sebagian besar udah dibagi ilmunya...okeh...semoga berguna....




Sumber : http://images.wilystra2007.multiply.multiplycontent.com/

Cara Membuat Kertas Daur Ulang

Written by Dhinok, on 08-04-2008 12:44

Sampah, seringkali dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, baik pandangan hingga kesehatan. Ada berbagai macam sampah yang antara lain berupa limbah padat maupun limbah cair.

Apa yang dapat kita lakukan? Pertanyaan sederhana, namun memiliki jawaban yang sangat rumit, karena memiliki konsekuensi untuk merubah gaya hidup. Dari pola hidup boros sampah, menjadi gaya hidup ramah lingkungan. Untuk itu, langkah awal adalah mengenali berbagai jenis sampah di lingkungan kita.

Kemudian mengklasifikasinya, mana yang masih bisa dipakai mana yang sudah habis pakai dan mana yang masih bisa diolah/didaur. Secara sederhana sampah dalam rumah dapat kita bagi menjadi 3 kategori, yakni sampah beracun, seperti batere bekas, bola lampu bekas dan barang-barang yang mengandung zat kimia. Kemudian sampah padat yang tidak dapat diurai, seperti plastik, botol, kaleng, dsb. Dan terakhir barang-barang yang masih dapat diurai oleh tanah seperti sisa sayuran, daun-daun, dsb.

Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R : Reduce, Reuse & Recycle. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah-sampah yang telah terpakai. Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas. Kertas daur ulang ini memiliki tekstur yang indah. Dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan tangan.

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :

1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.
2. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.
3. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.
4. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.
5. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.
6. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.
7. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.
8. EMBER wadah bubur kertas
9. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam
10. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus
11. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.
12. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan
13. SARINGAN TEH BESAR
14. KAIN LAP

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kertas daur ulang :

1. KERTAS BEKAS
Setiap jenis kertas dipilah-pilahberdasarkan jenisnya masing-masing, kertas Koran, kertas HVS, karton hingga kertas warna warni.

2. PEWARNA ALAM
• Kunyit, jika diparut dan diperas sarinya akan menghasilkan warna kuning
• Kulit bawang, jika direbus akan menghasilkan warna coklat
• Pandan suji, jika ditumbuk dan diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau pekat
• Pandan wangi, jika direbus dan ditumbuk lalu diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau muda, sekaligus aroma wangi
• Kesumba (bixa), jika bijinya direndam dan diremas atau direbus dapatmenghasilkan warna oranye
• Serutan kayu nangka. Jika direbus akan menghasilkan warna kuning
• Sirih, jika ditumbuk dan dicampur dengan kapur akan menghasilkan warna merah kecoklatan
• Daun pisang kering, jika dibakar, abunya dapat menghasilkan warna coklat keabu-abuan
• Rumput putri malu (Mimosa sp) jika direbus akan menghasilkan warna lembayung

3. SERAT PENGISI
Merupakan bahan-bahan yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas sehingga dihasilkan kertas yang lebih indah dan bertekstur. Dapat berupa bunga-bungaan ataupun serat tumbuhan lainnya seperti serat daun pandan wangi, serat batang pisang.

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang

1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.

2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.

3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potongan-potongan kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.

4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat.
Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, kedalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.

5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.

6. Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.

7. Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan, lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.

Pencampuran Warna

* Bubur kertas yang telah siap diolah, dapat dicampurkan dengan bahan pewarna alam yang telah kita persiapkan sebelumnya. Caranya adalah dengan mencampurkan langsung dan diaduk hingga merata. Selanjutnya dapat dilakukan perebusan jika ingin pencampuran warna yang lebih kuat.
* Sisa pewarna alam dapat pula dicampurkan ke dalam air diember pencetakan agar tetap membantu menimbulkan warna yang diinginkan.
* Bubur kertas berwarna pun telah siap untuk diolah lebih lanjut, baik untuk dicetak, maupun dicampur dengan serat pengisi lainnya.

Pencampuran Serat

a. Gedebok Pisang,
* Gedebok/batang pisang yang sudah selesai berbuah cincang seperti dadu dengan panjang sekitar 2 cm, jemur sekitar 2 jam untuk menghilangkan getah.
* Kemudian ditumbuk dengan alu & lumping sehingga agak lunak.
* Selanjutnya direbus selama 1 jam untuk melunakan seratnya. Kemudian tiriskan.
* Setelah itu ditumbuk kembali hingga lebih halus. Saring dengan kain untuk dicuci dengan air, agar tinggal serat yang tersisa.
* Serat yang tersisa dapat langsung dicampur dengan bubur kertas, atau jika dirasa kurang halus, dapat pula dibantu dengan pemblenderan.
* Selanjutnya dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam bubur kertas, sambil diaduk terus menerus hingga rata.

b. Kulit Bawang
* Rebus kulit bawang yang sudah digunting-gunting kecildengan air hingga mendidih, sisihkan dan air rebusan jangan dibuang.
* Hancurkan kuit bawang yang telah direbus dengan menggunakan blender selama 5 - 10 detik.
* Campurkan secara perlahan kulit bawang yang telah dihancurkan kedalam wadah bubur kertas sambil terus diaduk-aduk hingga merata, jika air rebusan agak kotor dapat dilakukan penyaringan terlebih dahulu.

c. Pandan Wangi
* Rebus potongan pandan wangi (2 cm) selama kira-kira 1 jam, tiriskan.
* Campurkan air rebusan dengan bubur kertas secepatnya, aduk-aduk hingga rata

Sumber : http://images.wilystra2007.multiply.multiplycontent.com/

Cara Membuat Tatakan Gelas

Written by Elvira Saquei, on 18-07-2008 17:26

Beberapa waktu lalu membuat Tatakan gelas ini buat seorang teman. Maunya saya kasi Blanket Stiitch sekelilingnya tapi udah keburu telat jadi dikirim ajaa...he he he..semoga aja berkenan di hati..(ciiee....)

Ini coasters (tatakan) gelas berukuran 5x5 cm, dengan menggunakan bahan Casement fabric. Bagian belakangnya menggunakan bahan kotak2 hitam putih dan di dalamnya saya lapisi dengan sponge. Mengapa sponge?? karena kalo waktu dipakai dan ketumpahan air biar cepat kering he he ....

Untuk sulaman memakai cotton thread Merek Anchor.

Caranya:
1. Saya potong kain dan sponge berukuran 6 x 6 cm (bisa lebih)
2. tandai bagian tengah kain yg polos (utk tanda tempat bordirnya)
3. Copy motif bordir ke kain & mulai menyulam.
4. Setelah selesai, kain merah & kotaknya disatukan dg bagian jelek diluar (bagain baik berhadapan) dan sponge disalah satu sisinya
5. Jait sekelilingnya sesuai ukuran, sisakan kurang lebih 3 - 4 cm ( utk membalik kain)
6. Balik bagian baik keluar, tusuk2 sudutnya supaya rapi, dan jait sekelilingnya skitar 2mm dr tepi kain. Beres deh...
dan hasilnya:

Sumber : http://images.wilystra2007.multiply.multiplycontent.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...