Money Back Guaranty.Recomended Seller.Customer Satisfaction Guaranty
Order dari Senin sd Minggu melalui ''SMS/WhatsApp (only)'' dengan ketik
Nama kota (spasi) Kode barang (spasi) Jumlah ke SMS : 0856 5800 6221, atau BB : ... , detail "CARA ORDER" KLIK DI SINI
Pengiriman ke seluruh Indonesia akan dilakukan Senin sd Jum'at, menggunakan Tiki, JNE, atau Pos Indonesia sesuai keinginan pemesan.
Untuk melihat produk2 yang kami jual, klik gambar-gambar di bawah ini ya...
Kandang Hamster.Aksesoris Hamster.Makanan Hamster.Alas Serbuk Hamster.Alas Serbuk Hamster
Showing posts with label Kelinci. Show all posts
Showing posts with label Kelinci. Show all posts

Thursday, 6 October 2011

G008-Shampo Binatang dengan Kondisioner

Kode : G008-Ultra Treatment Shampo
Deskripsi : Shampo binatang kesayangan anda seperti Guinea Pig, Kelinci, Kucing yang dilengkapi juga dengan conditioner sehingga tidak membuat kulit binatang anda kering.
Ukuran : 600 ml
Harga : Rp 50.000,-
Promo : Rp 40.000,-

Wednesday, 5 October 2011

Perlengkapan Guinea Pig/Marmut, Kelinci & Little Dog


Kode : G001
Tali Guinea Pig, Kelinci, Kucing, Little Dog
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G002
Tempat Makan Guinea Pig, Kelinci, Kucing, Little Dog
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G003
Botol Minum Guinea Pig, Kelinci, Kucing, Little Dog
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G004
Sisir Elastis Tapak Tangan Guinea Pig, Kelinci, Kucing, Little Dog
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G005
Sisir Binatang Berbulu Yang Sering Rontok Guinea Pig, Kelinci, Kucing, Little Dog
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G006
Sisir Guinea Pig, Kelinci, Kucing, Little Dog agar tidak kusut
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G007
Gunting Kuku Khusus Binatang
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G008
Ultra Treatment Shampo Binatang dengan Kondisioner
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G009
Sekop untuk Membersihkan Alas Kandang Binatang
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G010
Farfum Aroma Terapi Binatang
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G011
Bedak Binatang
[Detail Klik Di Sini]


Kode : G012
Cairan Pembersih Telinga Binatang
[Detail Klik Di Sini]

Friday, 30 September 2011

G003-Botol Minum Besar untuk Guinea Pig dan Kelinci

Kode : G003
Deskripsi : Perlengkapan wajib yang harus anda miliki untuk guinea pig dan kelinci kesayangan anda. Bentuknya yang besar dan berbentuk botol sangat baik karena menjaga air minum binatang terkena debu, kotoran, atau kuman jika terbuka dan diletakkan di dalam mangkuk.
Harga : Rp 30.000,-
Promo : Rp 25.000,-
Hemat : Rp 5.000,-

Thursday, 3 December 2009

Cara Mengawinkan Kelinci


1. Perkawinan kelinci harus dengan cara yang baik, yakni membawa si betina ke kandang pejantan. Model ini sudah jamak dilakukan karena pada dasarnya hubungan seksual kelinci memiliki unsur dominatif, yakni pejantan mendominasi betina.


Dengan dominasi lokasi di kandang yang dikuasai pejantan itu, sang betina lebih menurut dan mudah bagi pejantan untuk menaklukannya. Dengan demikian, hubungan seks mudah dilakukan. Namun, seandainya kelinci jantan yang dibawa ke kandang betina, sebenarnya bisa dilakukan, hanya saja kebanyakan pejantan kurang agresif. Setelah kira-kira satu dua menit istirahat, angkat betina ke kandangnya kembali. Biarkan mereka beristirahat sekitar 15-30 menit. Bisa juga istirahatkan lebih lama, mungkin sampai satu jam. Berikan minuman saat istirahat.


Setelah cukup, kembalikan betina ke kandang pejantan agar mereka melakukan hubungan seksual kembali. Hubungan seks yang baik dilakukan antara 2-3 kali. Biasanya betina sudah merasa cukup puas berhubungan seks dua kali. Karena itu jika Anda menyodorkan betina ke kandang jantan ketiga kalinya dan betina tidak mau menyodorkan kelaminnya, itu berarti hubungan seks sudah cukup.


2. Kawin sodor seringkali dilakukan oleh para peternak yang punya keinginan cepat agar induk betina hamil. Biasanya dengan cara memegang kelinci betina di dalam kandang pejantan. Tangan kiri memegang kepala atau badan, sedangkan tangan kanan membukakan bagian ekor dari bagian bawah induk, kemudian disodorkan kepada kelinci pejantan.


Dengan cara paksa ini diharapkan pejantan bisa membuahi betina tanpa harus memerhatikan apakah sang betina mau atau tidak dengan pejantan tersebut. Cara ini dilakukan karena seringkali betina sulit dikawinkan. Cara ini sebenarnya kurang baik, karena bisa jadi kelinci betina bukan menolak si pejantan tertentu, melainkan karena ia merasa belum siap dengan perkawinan.


Secara natural, kelinci punya daya instingtif yang kuat dan bisa mengendalikan dirinya dengan situasi kehamilan. Karena itu, bisa jadi kelinci betina menolak kawin karena alasan-alasan alamiah dari badannya sendiri. Atau mungkin karena kondisi pakan yang kurang baik sehingga ia khawatir dengan anak-anaknya. Bisa juga disebabkan karena trauma kegagalan beranak sebelumnya. Kelinci betina yang terpelihara secara baik dan nyaman biasanya tidak sulit kawin.


Perkawinan kelinci sangat baik dilakukan pada pagi hari (Pukul 05.00-07.00 pagi) dan sore hari (Pukul 18.00 sampai 20.00).


Sumber : Kelinci, Faiz Manshur hlm. 66-67.

Saturday, 24 October 2009

Perkenalkan Temen Baru Gue Nie... Si Guinea Pig dan Kelinci Lop!



Pagi bro & sis,

Gue mo kenalin temen-temen baru gue nie...

Buah dari nonton film G-Force yang gue kira film tentang Hamster eh ternyata bukan. Mereka lucu-lucu juga kaya hamster, seperti foto-foto yang gue tampilin di sini. Ini foto-foto yang gue ambil tadi pagi pas lagi kasih makan mereka.

Oke... ini dia mereka....

Yang pertama, Macy.

Dia adalah Guinea Pig cowok yang awalnya gue sangka cewek coz sang penjual bilang ini cewek. Secara gue masih baru mengenal binatang pengerat jenis ini. Kalau di Indonesia kita menyebutnya Marmut dan memiliki bentuk yang nyaris sama dengan tikus hanya saja warnanya yang lebih beragam. Dan setelah searching di Internet ternyata bulu dan warnanya banyak dan keren-keren. Selain itu dagingnya bisa dimakan seperti kelinci. Kekurangannya dia tidak berukuran sekecil hamster yang super mini dan lucu. Tapi tetep, suaranya bikin gue surprise lantaran selalu mengeluarkan bunyi yang sangat jelas dan beraneka macam. Guik...guik.. guik...guik...

Balik lagi ke Macy yang gue beli tanggal 5 Oktober 2009, dia ternyata Cavis cowok setelah gue lihat dia berusaha mengawinkan Mar-Nee yang gue beli tanggal 15 Oktober 2009. Sebagian bulunya berwarna putih dengan warna coklat muda di sebagian kecil tubuhnya mulai dari kuping kanan, kepala bagian atas, telinga terus memanjang sampai kaki kiri depannya dipadu dengan warna hitam di antara sisi mata kiri dan telinganya . Bulunya agak panjang. Kalau detailnya gue nggak tau dia ini jenis apa. Kayanya perpaduan antara jenis Abisinian dan Peruvian. Entahlah, ada yang bisa bantu si Macy ini jenis apa nggak ya?.....

Yang kedua, Marlo.

Dia Guinea Pig jenis Abisinian cowok dengan warna coklat muda di bagian belakang sampai pinggang dan sebagian kecil di sisi kanan dan kirinya bagian dekat kepala dan muka. Sedikit warna hitam di antara mata kanan dan telinga dan sebagian kecil bagian atas kepala. Selebihnya adalah warna putih bersih. Btw dia belum pernah gua grooming seperti si Macy. Coz dia pemalu banget dan selalu lari-lari saat gue pengen tangkap. So sampai sekarang dia belum pernah gue mandiin sama sekali. Berbeda dengan Macy yang udah dua kali gue grooming hehehe... Marlo gue beli bareng sama si Macy waktu tanggal 5 Oktober 2009 yang lalu.

Yang ketiga, Mar-Nee.

Dia satu-satunya Marmut gue saat ini yang berjenis kelamin perempuan. Bulunya warna hitam pirang dengan sedikit semburat coklat muda. Bulunya jabrik dan agak panjang. Tapi yang special, bulunya lembut banget berbeda dengan si Macy dan Marlo sejak pertama gue beli 15 Oktober 2009 yang lalu. Saat sampai rumah langsung gue mandiin plus potong sedikit kukunya setelah gue keringin dengan hair dyrier. Bulu si Mar-Nee jadi makin mengkilat dan licin lembut banget. Hihihi... waktu gua satuin ke kandang, si Macy langsung nyosor dan dari situ gue jadi tahu kalau si Macy itu cowok bukan cewek seperti yang penjualnya bilang. Bulunya keren banget waktu gue sisirin belah tengah pas di punggungnya. Hahaha... lucu bangget.... asli!!! :-)

Yang keempat, Mocho.


Dia baru gue beli kemarin tanggal 23 Oktober 2009. Penjualnya bilang dia jenis import. Cuma kok jelek banget ya? Bulunya si kayanya emang bakalan panjang coz waktu gue liat pertama kali sebagian bulunya merengkel gimbal kaya orang yang nggak pernah keramas seumur hidupnya ghitu. Terus dipangkasin sama sang penjual dan jadilah bulunya yang pyur coklat itu jadi grepesan gak karuan. Huhuhu... si Mocho belum sempet gue mandiin coz gue baru nyampe rumah setengah delapan malam. Capek banget lantaran sepanjang jalan dari kantor gue ke rumah macet abis. Sori ya Cho, tapi nanti sore gue bakal grooming loe kok.

Yang kelima, Molly.

Yang ini bukan Guinea Pig juga bukan Hamster. Yeah... dia kelinci jenis lop yang telinganya jatuh ke samping kaya kambing saat besar. Warnanya pyur coklat dan agak bongsor. Saat gue beli dari pedagangnya dia adalah salah satu dari dua kelinci lop yang kupingnya sudah mulai jatuh cuma yang satunya hidungnya rusak. Meski ukurannya lebih basar dari Molly gue enggak ambil lantaran sebab hidungnya tersebut. Sementara temen-temen Molly yang lainnya masih kecil dan telinganya masih berdiri tegak. So, gue pilih dia untuk jadi temen pelepas stres gue selain Guinea Pig dan sudah tentu para Hamster-hamster gue.

Mengenai Molly, maksud gue kelinci, sebenarnya gue ragu untuk adopsi dia. Beberapa kali gua punya pengalaman buruk dengan yang namanya kelinci. Nggak pernah ada tuh dari kelinci-kelinci gue yang bisa bertahan lebih dari satu bulan. Juga keponakan gue... hehehe... dia lebih parah. Cuma satu hari langsung pada tiwas setelah dibelinya. Padahal makanannya yang special dan agak mahal serta gue ikutin saran article-article tentang cara memelihara kelinci yang gue peroleh dari internet.

Tanya-tanya sama pedagangnya, dia bilang kasih air t e h manis yang agak kental. Selain bisa menjadikan si kelinci nggak mencret, manisnya gula bisa bikin para kelinci muda lebih kuat katanya. Karena saran penjual itu jugalah, akhirnya gue beraniin beli si Molly meski gue khawatir si Molly bakalan diabetes dan over weight alias kelebihan berat badan dan tiwas karena jantung. Coz gua niat bakal hentikan kebiasaan minum t e h manis tersebut setelah usianya lebih dari tiga bulan nanti. Semoga si Molly betah dan senang gue adopsi dan nggak ikut tiwas seperti kelinci-kelinci gue yang lain.

Kalo gue pikir-pikir, memelihara hamster sepertinya masih lebih gampang dan hemat dan minimal resiko kematiannya yang kecil.....

And yang terakhir, ada yang tahu informasi mengenai peternak dan penjual pelet atau accessories kelinci hias dan guinea pig / marmut yang murah gak? sebagai referansi tambahan peternak dan penjual yang sudah gue kenal saat ini? Dan tak tertutup kemungkinan suplier kandang, makanan dan accessories hamster juga dong! Please give me information about it or send email to madheest@gmail.com

Wednesday, 14 October 2009

Jenis-Jenis Kelinci ( A-B )


American, berat maksimal 12 pons


American Chinchilla, berat maksimal 12 pons


American Fuzzy Lop, berat maksimal 4 pons


American Sable, berat maksimal 10 pons


Belgian Hare, berat maksimal 9 1/2 pons


Beveren, berat maksimal 12 pons


Blanc de Hotot, berat maksimal 11 pons


Britannia Petite, berat maksimal 2 1/2 pons

Jenis-Jenis Kelinci ( C-D )


Californian, berat maksimal 10 1/2 pons


Champagne d'Argent, berat maksimal 12 pons


Checkered Giant, berat maksimal none


Cinamon, berat maksimal 11 pons


Creme d'Argent, berat maksimal 11 pons


Dutch, berat maksimal 5 1/2 pons


Dwarf Hotot, berat maksimal 3 pons

Monday, 12 October 2009

Jenis-Jenis Kelinci ( E-G )


English Angora, berat 7 1/2 pons


English Lop, berat none


English Spot, berat 8 pons


Flemish Giant, berat none


Florida White, berat 6 pons


French Angora, berat 10 1/2 pons


French Lop, berat none


Giant Angora, berat none


Giant Chinchila, berat 16 pons
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...